AVIAN INFLUENZA (FLU BURUNG)

Dr. Tjandra Yoga Aditama
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
doctjand@indosat.net.id

       
       
       
VIRUS INFLUENZA A
  Dibagi-bagi lagi menjadi sub tipe
  H 1 sampai H15 dan N1 sampai N9
  Virus tsb dapat diidentifikasi pada manusia, babi, kuda dan unggas ( avian)
  Influenza pada manusia virus : H1N1,H2N2 dan H3N2
  Flu pada unggas : H5N1, H9N1, H7N2
  H5 ditemukan pada ayam 1959
  Pada unggas ditemukan 1878 di Itali
       
       
SEJARAH FLU BURUNG PADA MANUSIA
Tahun
Tempat
Subtipe
Kasus
Meninggal
1997
Hong Kong
H5N1
18
6
1999
Hong Kong
H9N2
2
0
2003
Hong Kong
H5N1
2
1
2003
Hong Kong
H9N2
1
0
2003
Nederland
H7N7
83
1
       
       
WHO – Confirmed Human Cases of Avian Influenza H5N1 - 13 February 2004
Country/Territory
Total  cases
Deaths
Thailand
8
6
Viet Nam
19
14
Total
27
20
       
       
WHO – Confirmed Human Cases of Avian Influenza H5N1 – 1Juli 2005
Country
Cases
Deaths
Thailand
17
12
Viet Nam
87
38
Cambodia
4
4
Total
108
54
       
       
Gejala
  Sama dengan flu biasa , cenderung lebih sering dan cepat menjadi memburuk, dapat jadi pneumonia
  Demam sekitar 38°C , lemas, sakit tenggorok, batuk pilek, sesak napas, perdarahan hidung&gusi, sakit kepala, tidak napsu makan, muntah dan nyeri perut dan diare
  Gejala dapat bervariasi, tidak harus semua gejala ada, bisa berbeda dari orang ke orang
       
       
DIAGNOSIS
  Informasi
   
-
Faktor risiko
   
-
Keluhan pasien
  Pemeriksaan Dokter
  Laboratorium
   
-
Menentukan keadaan penyakit
   
-
Menemukan virus / bakteri penyebab
  Ronsen
  Pasien cenderung cepat memburuk
       
       
Pengobatan di RS
  Obat mengatasi gejala
   
-
Batuk
   
-
Sesak
   
-
Oksigen
  Menjaga & meningkatkan daya tahan tubuh
   
-
Infus cairan
  Obat untuk mengatasi keadaan gawat
   
-
Kortikosteroid
   
-
Kerja jantung
  Obat anti virus dan anti biotika
   
-
Oseltamivir / Ribavirin
   
-
Berbagai jenis antibiotika
  Ventilator
   
-
Mesin pernapasan
       
       
Virus yang ditularkan
  Virus utamanya ada di air liur dan faeses unggas
  Virus dapat hidup sampai 4 hari pada suhu 22°C
  Virus akan mati dalam suhu 70°C atau 80°C selama 1 menit, dimasak aman dikonsumsi
  Penularannya dari unggas ke manusia
       
       
Penularan ( WHO)
  Wabah sekarang tidak ditemukan bukti ilmiah adanya penularan antar manusia di masyarakat
  Tegasnya, sekarang ini virus flu burung tidak menyebar dari orang satu ke orang lainnya dalam satu komunitas
  Tidak ada petugas kesehatan yang tertular
       
       
WHO Meeting on Case Management & Research on H5N1 - Hanoi 10 – 12 May 2005
  Masa Inkubasi (dari kontak dengan unggas sampai gejala pertama) : 3 – 7 hari
  Jadi, kalau misalnya pegang2 ayam sakit tanggal 1 Juli, maka setidaknya tanggal 8 Juli (masa inkubasi) sudah akan ada gejala, atau kalau mau aman ya tanggal 15 Juli (2 X masa inkubasi) harus sudah ada gejala
  Kalau sudah lewat tanggal 15 Juli tidak ada gejala maka artinya tidak tertular
       
       
Pekerja Peternakan / Pemotongan
  Sering mencuci tangan dengan sabun
  Yang langsung memegang dan membawa binatang yang sakit sebaiknya menggunakan desinfektan
  Alat pelindung diri : baju pelindung , sarung tangan karet , masker, kaca mata google dan juga sepatu boot
  Melaporkan bila mengidap gejala-gejala pernapasan, infeksi mata dan gejala flu lainnya
  Tindakan khusus (pengamatan, perlindungan dll)
       
       
Pola Hidup Sehat
  Kalau anda sedang flu :
   
-
Jangan dekat-dekat orang lain
   
-
Kalau mungkin istirahat di rumah
   
-
Tutup mulut dan hidung ketika batuk & bersin
   
-
Cuci tangan secara teratur
   
-
Bila sakit berkepanjangan segera ke dokter
  Untuk mencegah tertular flu :
   
-
Sedapat mungkin jangan kontak langsung
   
-
Cuci tangan secara teratur
   
-
Makan bergizi, olahraga teratur
       
       
Flu Burung
  Disebabkan Virus Influenza H 5 N 1
  Mulai menyerang manusia 1997
  Data WHO terakhir, jumlah pasien di selurh dunia 108 orang , 54 meninggal dunia
  Gejala amat bervariasi
  Mulai dari seperti flu dan dapat memburuk dengan cepat menjadi pneumonia berat
  Pengobatan di RS meliputi mengatasi gejala, memperbaiki keadaan umum, mengatasi keadaan gawat dan obat antibiotika serta antivirus
       
       
Jangan Panik, Waspada
  Aman dikonsumsi bila dimasak
  Tidak ada bukti ilmiah penularan antar manusia di masyarakat
  Jutaan unggas sakit, ribuan orang yang kontak, seratusan orang yang sakit
  Ikuti perkembangan yang ada dari waktu ke waktu
  Bila ada gejala pernapasan , apalagi kalau cepat memburuk, segera konsultasi
       
Berdasar data yang ada, maka situasi Flu Burung 2006 adalah sebagai berikut :
  1. Jumlah pasien, ternyata Indonesia terbesar. Separuh (50%) pasien Flu Burung tahun 2006 ada di Indonesia, separuhnya lagi terbagi di 8 negara. Pasien di Indonesia 55 orang, total dunia 111 orang, yang terbanyak ke dua setelah Indonesia adalah Egypt, tapi hanya 15 orang
  2. 45 dari 55 pasien Indonesia meninggal, 81.81%. Sementara angka kematian rata-rata dunia adalah 68.46%, jadi kembali Indonesia lebih tinggi dari rata-rata dunia
  3.
Di tahun 2006 juga terjadi kluster terbesar di Indonesia, yaitu di Karo Sumatera Utara. Sempat dikhawatirkan sudah terjadi penularan human to human, tetapi hal ini tidak terbukti, a.l. karena :
    - tidak ada sustained transmission
    - tidak ada perubahan phyllogenetic virus
  4. Diagnosis Flu Burung masih sama seperti tahun2 sebelumnya, dengan kultur, PCR dan serologi
  5. Pengobatanpun pada dasarnya masih sama, bergantung pada Tamiflu / oseltamivir. Tetapi ada beberapa perkembangan di tahun 2006 yaitu :
    a. Sudah dicoba mass geographycal prophylaxis di Cikelet
    b. Rusia melaporkan akan menggunakan interferam gamma yang digabung dengan interferon alfa 2 B. Mereka juga mencoba obat Triazovirin
    c. Amerika Serikat (bekerjasama dengan a.l. Indonesia) sedang merampungkan penelitian oseltamivir dosis lebih tinggi dan lebih lama, juga merencanakan pengobatan dengan Peramivir
    d. Australia melaporkan hasil invitro dengan Melaleuca Artenophylla Complex (MAC)
    e.
Singapura melaporkan penggunaan herbal
  6. Vaksin masih dalam proses,sampai akhir 2006 belum ada yang dapat dipakai
  7. Di penghujung 2006 (23 Desember) keluar perhitungan baru para ahli yang menyebutkan angka kematian kalau terjadi pandemi dapat mencapai 62 juta orang, korban terbesar akan jatuh di Asia
  8. Amerika Serikat memperkirakan bahkan kalau terjadi Pandemi maka korban di negara mereka adalah :
     
- 90 juta orang AS akan sakit

- 45 juta akan berobat jalan ke RS            

- 9.900.000 akan dirawat inap di RS 

- 1.485.000 orang akan masuk ICU

- 745.000 akan perlu mesin pernapasan (Ventilator)      

- 1.903.000 orang Amerika akan meninggal dunia

       

Pencegahan Flu Burung

     
       
 
back to klikPDPI