APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
Pers Release Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dalam Rangka Hari Hipertensi Pulmoner Sedunia 2018
PP-PDPI, 05 Mei 2018 00:00:00

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Dalam Rangka Hari Hipertensi Pulmoner Sedunia 2018

 

Sistem vaskular pulmoner merupakan sistem sirkulasi yang melibatkan dua organ penting yaitu paru dan jantung, sehingga apabila terjadi gangguan pada sistem tersebut dapat menyebabkan aliran darah yang tidak normal antara jantung dan paru. Gangguan tersebut dapat mempengaruhi seluruh tubuh apabila tidak tertangani dengan baik. Tekanan di pembuluh darah arteri pulmoner yang mengalami peningkatan (>25mmHg) disebut sebagai hipertensi pulmoner.

Hipertensi pulmoner merupakan penyakit yang kompleks, mengancam jiwa dan sering terlupakan oleh para klinisi. Penyakit ini dapat ditemukan pada lebih dari 25 juta orang dewasa dan anak di seluruh dunia. Ketika terjadi perubahan sirkulasi di paru, terjadi pula perubahan pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida. Perubahan kadar oksigen tidak hanya memicu beberapa perubahan metabolik, namun juga menginduksi penyempitan arteri. Hal ini yang membuat terjadi peningkatan tekanan darah di dalam paru. Akibatnya, jantung kanan harus bekerja lebih keras untuk mengkompensasi peningkatan tekanan darah ini. Beban kerja tersebut dapat membuat jantung mengalami perubahan anatomi yang berujung pada suatu keadaan gagal jantung kanan.

Hipertensi pulmoner dapat berdiri sendiri atau berhubungan dengan keadaan lain, sehingga klasifikasi hipertensi pulmoner terbagi menjadi beberapa kelompok dan terapinya berbeda untuk masing-masing kelompok. Klasifikasi hipertensi pulmoner adalah sebagai berikut:

1)Pulmonary Arterial Hypertension
2)Hipertensi pulmoner karena penyakit jantung kiri
3)Hipertensi pulmoner karena penyakit paru dan hipoksia
4)Chronic Thromboembolic Pulmonary Hypertension yang disebabkan oleh sumbatan atau penyempitan akibat gumpalan darah
5)Hipertensi pulmoner dengan penyebab yang belum jelas.

 

Sampai saat ini belum ditemukan obat yang sangat efektif untuk hipertensi pulmoner, namun pasien hipertensi pulmoner akibat penyakit paru kronik dapat diterapi dengan oksigen jangka panjang, imunisasi pneumokokus dan influenza untuk mencegah bertambah beratnya penyakit. Transplantasi paru merupakan pilihan terapi apabila keadaan klinisnya berat. Manajemen terapi yang baik pada penyakit paru yang mendasari terjadinya hipertensi pulmoner sangat direkomendasikan untuk mencegah perburukan tekanan arteri pulmoner. Diagnosis yang lebih awal, menghindari faktor risiko seperti merokok juga dapat mencegah progresivitas penyakit. Pengenalan awal terhadap keadaan klinis misalnya pada pasien dengan sesak yang tidak membaik dengan terapi standar harus selalu diinvestigasi untuk deteksi terdapatnya hipertensi pulmoner. Jumlah kasus hipertensi pulmoner di negara berkembang saat ini masih belum sepenuhnya diketahui, sehingga diperlukan deteksi pada subjek dengan risiko hipertensi pulmoner. Pengembangan terhadap penelitian mengenai hipertensi pulmoner sangat dibutuhkan.

Hanya beberapa negara saja yang sudah memiliki sarana dan sumber daya yang dapat memperbaiki kualitas hidup pasien dengan hipertensi pulmoner, namun sebagian besar lainnya masih berjuang untuk mendapatkan cara untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan petugas kesehatan yang berpengalaman dalam tata laksana hipertensi pulmoner.

Dalam rangka memperingati World Pulmonary Hypertension day tanggal 5 Mei 2018, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan vaskular pulmoner yang selama ini belum banyak diketahui. Berbagai edukasi dalam bentuk seminar, tulisan di media, diseminasi informasi melalui penyuluhan dan penelitian, pelatihan bagi tenaga dokter terus digalakkan sebagai bentuk kepedulian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia juga mendorong agar setiap anggota dan sarana kesehatan memiliki kemampuan handal dalam melakukan deteksi dan menyelenggarakan pencatatan yang baik sehingga didapatkan data mengenai hipertensi pulmoner di Indonesia. Kolaborasi yang baik dengan Perhimpunan profesi lain yang berhubungan juga kami galakkan, sehingga meningkatkan kemampuan para dokter di Indonesia dalam mengelola hipertensi pulmoner.

 

Jakarta, 5 Mei 2018

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia