APSR IDI Online KlikPDPI
APSR IDI Online KlikPDPI Halaman Admin Forum Umum Facebook Page Twitter Instagram Youtube
5 Penyebab Kanker Paru Selain Merokok
PDPI Sumatera Utara, 06 Feb 2020 07:14:50

Tak hanya para perokok aktif, kanker paru bisa terjadi pada siapa saja. Kenali beberapa penyebab kanker paru selain kebiasaan merokok.

Mengutip Very Well Health, 10-15 persen kanker paru terjadi pada mereka yang bukan perokok. Dua pertiga di antaranya merupakan wanita.

Kanker paru sendiri terjadi karena adanya pertumbuhan sel yang abnormal pada jaringan paru. Pertumbuhan abnormal itu paling sering terjadi karena kebiasaan menghirup bahan kimia berbahaya di udara.

Berikut beberapa penyebab kanker paru selain merokok, mengutip berbagai sumber.

1. Gas radon
Gas radon menjadi salah satu penyebab utamanya. Paparan gas radon menyumbang sekitar 21 ribu kematian akibat kanker paru pada setiap tahunnya. Sekitar 2.900 kematian di antaranya terjadi pada non-perokok.

Radon muncul secara alami di luar ruangan. Terkadang, radon terkonsentrasi di rumah-rumah yang dibangun di atas tanah dengan endapan uranium alami. Mengutip situs Cancer.org, penelitian menunjukkan bahwa risiko kanker paru ditemukan lebih tinggi terjadi pada orang-orang yang tinggal bertahun-tahun di rumah yang terkontaminasi radon.

2. Paparan karsinogen di tempat kerja
Beberapa orang terpapar karsinogen (agen penyebab kanker) seperti arsenik, asbes, dan knalpot diesel di tempat kerja mereka.

3. Polusi udara
Para peneliti telah menunjukkan bahwa polusi udara di dalam dan luar ruangan dapat berkontribusi pada kanker paru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah mengklasifikasikan polusi udara sebagai zat yang bersifat karsinogen.

Kendati demikian, risiko kanker paru akibat paparan polusi udara disebut lebih rendah.

4. Perokok pasif
Sekitar 15-35 persen kanker paru pada non-perokok disebabkan oleh paparan asap rokok, atau yang juga disebut sebagai asap pasif.

Ada dua jenis asap pasif. Pertama adalah sidestream smoke (yang lebih beracun). Asap ini adalah yang dihirup dari ujung rokok atau cerutu seseorang yang tengah menyala. Sementara mainstream smoke adalah ketika seorang non-perokok menghirup asap yang diembuskan dari perokok.

Aturan mengenai larangan merokok di tempat umum dapat menekan risiko tersebut. Beberapa daerah di Indonesia sendiri telah memiliki perda yang melarang aktivitas merokok di tempat-tempat tertentu.

Mengutip Health, beberapa kelompok perokok pasif lebih rentan terkena kanker paru. Termasuk di antaranya mereka yang mulai terpapar asap rokok sejak anak-anak.

5. Radiasi dada
Seseorang yang pernah menjalani prosedur radiasi di bagian dada ditemukan berisiko lebih tinggi terkena kanker paru. Hal itu juga dapat terjadi pada non-perokok.

Radiasi di bagian dada umumnya dilakukan untuk terapi kanker lain seperti payudara dan limfoma Hodgkins. Kendati demikian, faktor risiko satu ini disebut tak terlalu umum terjadi.

Diet sehat dengan banyak mengonsumsi buah-buahan disebut dapat melindungi Anda dari ancaman kanker paru.

Selain itu, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindari penyebab kanker paru. Beberapa di antaranya adalah menjauhi asap rokok, melakukan tes radon di rumah, dan pastikan standar keselamatan kerja jika Anda bekerja di industri berisiko tinggi.

MITRA KERJA
VIDEO
Tutorial Aplikasi ISR
Uploaded on May 11, 2015
World Asthma Day 2018
Uploaded on Apr 30, 2018