 |
|
|
 |
Bronchoscopy |

Punksi Pleura |

Lung exam |

Smoker |
|
 |
|
|
|
|  |  | |  | | | PERHIMPUNAN DOKTER PARU INDONESIA AWAL DAN PERKEMBANGANNYA
Halaman: 4/7
|
BAB
IV
KONGRES I - IDPI
|
|
Suksesnya
Konker I dalam bulan Desember
1975, hanya 2 tahun setelah berdirinya IDPI, membuat Pengurus Pusat
Sementara IDPI makin percaya diri melaksanakan Kongresnya yang pertama.
Kongres I ini sangat penting artinya, karena pada hakekatnya setelah
kongres inilah Pengurus Pusat mendapatkan restu dari semua anggotanya
untuk mengendalikan IDPI. Dan dalam kongres ini pulalah Pengurus Pusat
akan mendapatkan pegangan yang teguh dalam melaksanakan tugasnya, yaitu
yang berupa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah
disetujui
oleh semua anggota. Sebetulnya dalam Konker I, semula ditetapkan waktu
penyelenggaraan Kongres I IDPI dalam bulan Pebruari 1977 di Jakarta,
tetapi sehubungan dengan Pemilihan Umum yang kita hadapi bersama, yang
semula diduga akan dilaksanakan bulan Juli 1977, maka Kongres I
diundurkan
waktunya ke bulan Agustus 1977, agar Kongres dapat dilaksanakan dengan
tenang. Setelah Konker I selesai, pada tanggal 16 Pebruari 1976
diterbitkan oelh Pengurus Pusat Sementara IDPI suatu Surat Keputusan
tentang Pembentukan Pengurus IDPI Cabang Jakarta dengan SK. No.
103/IDPI/1976 dengan susunan sbb :
| Ketua |
: |
Dr
Hadiarto Mangunnegoro |
| Wakil
Ketua |
: |
Dr
J Soegondho |
| Sekretaris
I |
: |
Dr
A Syakur Gani |
| Sekretaris
II |
: |
Dr
Wibowo Suryatenggara |
| Bendahara |
: |
Dr
Husaeri Fachrurozi |
| Seksi
Ilmiah |
: |
Dr
Sidharma Husada |
| Pembantu
Umum |
: |
Dr
Budi Sadjarwa |
|
| Pengurus
Pusat menunjuk Dr Hadiarto
Mangunnegoro, Ketua PDPI Cabang Jakarta sebagai Ketua Panitia Kongres I
-
IDPI, bersama Dr A Syakur Gani sebagai Sekretaris, Dr Nirwan Arief
sebagai
Bendahara dan anggota Panitia lainnya. Tema Kongres adalah
"Menggalang Persatuan Dokter Paru Indonesia, Membantu Pemerintah
dalam Pembangunan khususnya di Bidang Penanggulangan Penyakit Paru".
Berhubung dengan keadaan keuangan Panitia yang amat minim sekali, demi
untuk suksesnya kongres kita yang pertama kali ini, atas prakarsa Dr
Soepandi Moekajin (Seksi Dana Panitia) dan Dr A Syakur Gani (Sekretaris
I
- Panitia), Panitia Kongres I - IDPI telah memberanikan diri untuk
mengajukan permohonan bantuan keuangan kepada Ketua Yayasan Harapan
Kita,
Ibu Tien Soeharto, melalui Sekretaris Yayasan Harapan Kita (Ny Muhono),
dan Panitia mendapat kesempatan menghadap Ibu Tien Soeharto di Jalan
Cendana 8, Jakarta Pusat, pada tanggal 2 Juli 1977. |
Delegasi
IDPI diwakili oleh :
| 1 |
Ketua
Umum Pengurus Pusat IDPI |
| 2 |
Ketua
Panitia |
| 3 |
Sekretaris
I - Panitia |
| 4 |
Seksi
Dana Panitia |
|
Hasil
dari kesempatan menghadap itu ialah :
| 1 |
Panitia
mendapat sumbangan satu juta
rupiah |
| 2 |
Ibu
Tien Soeharto bersedia memberikan
kata sambutan dan membuka Kongres |
|
| Pembukaan
kongres dilaksanakan di Hotel
President Jakarta pada tanggal 8 Agustus 1977 dan Sidang-sidang
organisasi
dan ilmiah dilaksanakan di Hotel Horizon Ancol Jakarta. Kongres
tersebut
dibuka oleh Ibu Tien Soeharto, suatu hal yang baru pertama kali terjadi
di
Indonesia, pembukaan suatu Kongres Perhimpunan Profesi dilakukan oleh
Ibu
Negara. Tamu-tamu yang hadir pada waktu itu ialah Menteri Kesehatan
Prof
Dr GA Siwabessy, Menteri P dan K Dr Syarif Tayeb, Pj Gubernur KDKI
Jakarta
Ir Prajogo, Ketua Umum PB - IDI Dr Utojo Sukaton, Rektor UI Prof DR Dr
Mahar Mardjono, Ny Ibnu Sutowo dan Ny Muhono SH dan Ketua-ketua
Perhimpunan Dokter Ahli. Kongres tersebut berjalan dengan sukses. Salah
satu hasil kongres tersebut adalah terpilihnya Dr Rasmin Rasjid sebagai
Ketua Umum Pengurus Pusat IDPI periode 1977 - 1980 |
|
Halaman Sebelumnya (3/7) - Halaman Berikutnya (5/7) 
| |  | |  |
|  | |  |